Rabu, 23 Maret 2016 disaat
waktunya memeriksakan kehamilan istri ke seorang Dokter yang ramah dan someah
juga terkenal di kota Garut, ditemani Ibu mertua dan Adik Ipar, berangkatlah ke
dokter tersebut dengan nomor urut kalau tidak salah ke 24.
Waktu berjalan dan Alhamdulillah
sudah selesai pemeriksaan kehamilannya, dengan hasil bahwa si dede bayi harus
segera dikeluarkan dari perut karena sudah waktunya dan takut melebihi batas,
karena dikhawatirkan bisa berakibat kurang baik kepada bayi. Pulang dari dokter
dan ketika sampai dirumah maka semua keluarga musyawarah membahas pesan dari
dokter tadi, Alhasil dapat keputusan bahwa istriku harus dibawa ke sebuah rumah
sakit terdekat untuk dapat melakukan proses kelahiran dede bayi.
Kamis, 24 Januari 2016, pukul
07.30 WIB berangkatlah kami ke Rumah Sakit Guntur, dengan melengkapi
persyaratan dan mengikuti alur pendaftaran telah dilakukan, namun karena tidak
ada kamar yang kosong, maka kami disarankan untuk pulang dulu dan kembali sore
kira-klira pukul 15.00 karena aka nada pasien ibu hamil yang akan pulang.
Akhirnya daripada lama duduk dirumah sakit, mendingan pulang ke rumah dan
siap-siap lagi untuk proses kelak.
Pukul 14.00 meluncur kembali
kerumah sakit, Alhamdulillah prosedur dapat dijalani dan bisa mendapatkan
ruangan di kelas III (sementara) sambil melobi ruangan di Plamboyan. Tak lupa
kuhubungi Teh Dewi di Bayubud, karena
dia adalah Kakak yang suka membantu saudara-saudara yang sedang dirawat/sakit,
apalagi yang mau proses kelahiran.
Pukul 17.00 alhamdulillah calon
ibu masuk ruang tindakan dengan dikasih infusan. Ketika yang lainnya pulang,
tinggalah the dewi dan saya yang menemani calon ibu di rumah sakit. Sedih
memang namun apalagi yang harus dilakukan. Alhamdulillah pada saat itu ada
saudara yang menemani Zamzam namanya.
Karena pas waktu itu jagoannya sedang di rawat di rumah sakit itu juga. Mughni
Rajabi, bocah kecil yang porenges menemani tidur di rumah sakit.
Pukul 19.00 calon ibu dikasih
obat untuk membantu kelahiran, dengan ketentuan “Obat ini bereaksi sampai 8
Jam, kalau masa itu tidak ada reaksi maka otomatis akan dikasih suntikan
induksi” waktu terus berjalan, lama kesal menunggu, dan berharap cemas calon
ibu bisa merasakan mules untuk melahirkan.
Kucoba untuk tidur diluar ruangan
ditemani mugni dan zamzam. Sedangkan teh dewi tidur dibawah kolong ranjang
istriku. Kira-kira pukul 01.30 WIB aku tiba-tiba dibangunakn teteh, kuberharap
istriku melahirkan, namun setelah masuk ruangan istriku bilang Cuma mulai mules
(pembukaan 1-2).
Waktu berjalan kulihat jam
menunjukan pukul 02.00 disaat itulah mulai kudekap istriku, karena mulai
kesakitan mules, 03.00 lebih sakit dan mulai cepat mules selang 1 menit,
istriku mules dan itu sakit. Naik pukul 04.00, aku di dekatnya sambil memegang
tangan dan membelai rambut sambil mengusap keringatnya, sedangkan teteh ada di
kaki istriku dan menekan kakinya agar tidak terlalu terbuka.
Sampai terdengar adzan Subuh
berkumandang, sedih kulihat istriku merengek kesakitan sampai subuh, sambil
menangis kubisikan ke telinganya. “Ambu jawab adzan ya, kita ambil barokah
adzan subuh.” Sampai adzan selesai “Ambu jawab dan doa setelah adzan!” adzan
berlalu dan teteh dewi berkata. Ateu sabar ya ini baru pembukaan 7, sabar… sok
sabar…!
Setelah terdengar qomat subuh,
aku minta izin sama teteh dan istriku untuk sholat subuh dan berdoa sujud di
sajadah, agar istriku cepat melahirkan dengan selamat. Lari ke masjid, untuk
melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat berdoa munajat kepada Allah Yang Maha
Menciptakan…kupasrahkan semua kepada-Nya, Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal
maula Wa Ni’mannashir.
Selesai Sholat subuh, kuberlari
ke ruangan berniat untuk menemani istri dan menyuruh teteh sholat,
NAMUN……….terdengar suara tangisan teteh keluar dari ruangan dan berkata
Alhamdulillah selamat jang. Kebahagiaan tak terbendung ibu-ibu sebelah ruangan
keluar dan memeluk teteh yang sedang menangis. Sedangkan posisiku masih
tersungkur sujud syukur.
Disana kudapat hikmah, kenapa
harus menyayangi seorang IBU, kenapa Rasululloh SAW menyebut nama UMMUKA…..UMMUKA…..UMMUKA….
baru ABUKA…..