Kamis, April 07, 2016

Kenapa harus sayang IBU?

Rabu, 23 Maret 2016 disaat waktunya memeriksakan kehamilan istri ke seorang Dokter yang ramah dan someah juga terkenal di kota Garut, ditemani Ibu mertua dan Adik Ipar, berangkatlah ke dokter tersebut dengan nomor urut kalau tidak salah ke 24.

Waktu berjalan dan Alhamdulillah sudah selesai pemeriksaan kehamilannya, dengan hasil bahwa si dede bayi harus segera dikeluarkan dari perut karena sudah waktunya dan takut melebihi batas, karena dikhawatirkan bisa berakibat kurang baik kepada bayi. Pulang dari dokter dan ketika sampai dirumah maka semua keluarga musyawarah membahas pesan dari dokter tadi, Alhasil dapat keputusan bahwa istriku harus dibawa ke sebuah rumah sakit terdekat untuk dapat melakukan proses kelahiran dede bayi.

Kamis, 24 Januari 2016, pukul 07.30 WIB berangkatlah kami ke Rumah Sakit Guntur, dengan melengkapi persyaratan dan mengikuti alur pendaftaran telah dilakukan, namun karena tidak ada kamar yang kosong, maka kami disarankan untuk pulang dulu dan kembali sore kira-klira pukul 15.00 karena aka nada pasien ibu hamil yang akan pulang. Akhirnya daripada lama duduk dirumah sakit, mendingan pulang ke rumah dan siap-siap lagi untuk proses kelak.

Pukul 14.00 meluncur kembali kerumah sakit, Alhamdulillah prosedur dapat dijalani dan bisa mendapatkan ruangan di kelas III (sementara) sambil melobi ruangan di Plamboyan. Tak lupa kuhubungi  Teh Dewi di Bayubud, karena dia adalah Kakak yang suka membantu saudara-saudara yang sedang dirawat/sakit, apalagi yang mau proses kelahiran.

Pukul 17.00 alhamdulillah calon ibu masuk ruang tindakan dengan dikasih infusan. Ketika yang lainnya pulang, tinggalah the dewi dan saya yang menemani calon ibu di rumah sakit. Sedih memang namun apalagi yang harus dilakukan. Alhamdulillah pada saat itu ada saudara  yang menemani Zamzam namanya. Karena pas waktu itu jagoannya sedang di rawat di rumah sakit itu juga. Mughni Rajabi, bocah kecil yang porenges menemani tidur di rumah sakit.

Pukul 19.00 calon ibu dikasih obat untuk membantu kelahiran, dengan ketentuan “Obat ini bereaksi sampai 8 Jam, kalau masa itu tidak ada reaksi maka otomatis akan dikasih suntikan induksi” waktu terus berjalan, lama kesal menunggu, dan berharap cemas calon ibu bisa merasakan mules untuk melahirkan.

Kucoba untuk tidur diluar ruangan ditemani mugni dan zamzam. Sedangkan teh dewi tidur dibawah kolong ranjang istriku. Kira-kira pukul 01.30 WIB aku tiba-tiba dibangunakn teteh, kuberharap istriku melahirkan, namun setelah masuk ruangan istriku bilang Cuma mulai mules (pembukaan 1-2).
Waktu berjalan kulihat jam menunjukan pukul 02.00 disaat itulah mulai kudekap istriku, karena mulai kesakitan mules, 03.00 lebih sakit dan mulai cepat mules selang 1 menit, istriku mules dan itu sakit. Naik pukul 04.00, aku di dekatnya sambil memegang tangan dan membelai rambut sambil mengusap keringatnya, sedangkan teteh ada di kaki istriku dan menekan kakinya agar tidak terlalu terbuka.

Sampai terdengar adzan Subuh berkumandang, sedih kulihat istriku merengek kesakitan sampai subuh, sambil menangis kubisikan ke telinganya. “Ambu jawab adzan ya, kita ambil barokah adzan subuh.” Sampai adzan selesai “Ambu jawab dan doa setelah adzan!” adzan berlalu dan teteh dewi berkata. Ateu sabar ya ini baru pembukaan 7, sabar… sok sabar…!

Setelah terdengar qomat subuh, aku minta izin sama teteh dan istriku untuk sholat subuh dan berdoa sujud di sajadah, agar istriku cepat melahirkan dengan selamat. Lari ke masjid, untuk melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat berdoa munajat kepada Allah Yang Maha Menciptakan…kupasrahkan semua kepada-Nya, Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal maula Wa Ni’mannashir.

Selesai Sholat subuh, kuberlari ke ruangan berniat untuk menemani istri dan menyuruh teteh sholat, NAMUN……….terdengar suara tangisan teteh keluar dari ruangan dan berkata Alhamdulillah selamat jang. Kebahagiaan tak terbendung ibu-ibu sebelah ruangan keluar dan memeluk teteh yang sedang menangis. Sedangkan posisiku masih tersungkur sujud syukur.

Disana kudapat hikmah, kenapa harus menyayangi seorang IBU, kenapa Rasululloh SAW menyebut nama UMMUKA…..UMMUKA…..UMMUKA…. baru ABUKA…..